Pengalaman


flu-3d

Merebaknya virus flu babi di negara-negara barat,seperti Amerika, Meksiko dan negara-negara tetangganya telah membuat mereka kocar-kacir. Mengapa tidak, baru dalam hitungan hari saja flu ini menyebar, sudah banyak korban yang berjatuhan. Ketakutan ini juga cukup beralasan, sebab sejak dari dahulu barat memang selalui takut terhadap yang namanya serangan senjata biologis, bukan serangan senjata organic (senjata-senjata mesin). Ada virus Anthrax yang merebak ketika Amerika menyerang Afghanistan untuk melumpuhkan Thaliban. Bahkan virus ini lebih ditakuti Amerika ketimbang pasukan Mujahidin Afghanistan sendiri. Kemudian mucul virus H5N1 atau yang lebih dikenal dengan virus flu burung. Virus ini merebak hebat di Asia sehingga kondisi ini membuat Amerika mengeluarkan aturan yang begitu ketatnya bagi orang Asia yang akan datang ke Amerika. Sekarang muncul virus flu babi yang berawal dari Meksiko dan akhirnya merebak ke negara-negara Amerika lainnya. Walaupun menurut Departemen Kesehatan virus flu babi ini tidak seganas dan separah virus flu burung, namun tingkat ketakutan Amerika begitu kuat terhadap virus ini. Bahkan disinyalir virus ini akan menjadi endemic di Amerika. Bagi negara-negara yang belum terjangkiti virus ini, terutama wilayah Asia, termasuk Indonesia akankah melakukan sikap sama seperti Amerika ketika Asia terjangkiti virus H5N1, melakukan aturan ketat bagi warga Amerika yang notabene sekarang menjadi penyebar virus flu babi untuk masuk ke wilayahnya (Asia, termasuk Indonesia) dan menghalangi penyebaran virus ini di wilayah Indonesia ? Kita lihat saja nanti.

img_3540

Sebiru hari ini

Birunya bak pelangi terang benderang

Sebiru hari kita

Bersama di sini

Seindah hari ini

Indahnya bak permadani taman surga

Seindah hati kita

Walau kita kan berpisah

Bukankah hati kita tlah lama menyatu

Dalam tali kisah persahabatan illahi

Gengggam erat tangan kita terakhir kalinya

Hapus air mata meski kita kan berpisah

Selamat jalan teman

Tetaplah berjuang

Smoga kita bertemu kembali

Kenang masa indah kita

Sebiru hari ini

(edcoustic-Sebiru Hari Ini)

Untuk sebuah persahabatan yang terjalin dalam sebuah perjuangan, pergerakan bersama. Bersama berjuang, bersama menanggung, walaupun sesaat, namun akan tetap terasa. Perjalanan yang terasa panjang bagi yang tidak ikhlas, namun begitu singkat bagi yang rela dan sudi serta ikhlas berkorban, melakukan apapun bagi sebuah perjuangan dan pergerakan.

Di jalan ini kita bersatu, di jalan ini kita sama-sama berjuang, di jalan ini kita sama-sama berkorban. Meskipun nantinya kita kan berpisah, namun kita berharap persamaan, persaudaraan ini akan tetap terasa sampai kapan pun juga, dimanapun juga.

Untuk Pengurus BEM KM Unand Periode 2008-2009 yang akan menemukan titik akhir kepengurusan, bukan titik akhir perjuangan, sebab perjuangan akan terus berlanjut sampai kapan pun juga. Semoga kebersamaan kita dalam satu periode kepengurusan BEM KM menjadi asa dalam mewarnai pergerakan dan perjuangan yang telah dirintis. Persaudaraan harap akan tetap terjalin sampai kapanpun juga, tak terbatas waktu dan ruang, sebab perjalanan ini ada karena kekuatan hati kita akan kepercayaan terhadap Illahi.

Sabahat, duniaku kini tiada ceria

Hilang entah kenapa

Detik2 yang kulalui

Penuh duri

Bilakah segalanya akan berakhir

Kedamaian kan muncul kembali

Mengapa tangisan itu

Masih terdengar lagi

Adakah…

Tiada siapa perduli

Sahabatku bersabarlah atas ujian tuhan

Kepahitan yang kau lalui pasti berakhir

Kedamaian kan muncul kembali

Dimana nilai kemanusiaan

Sebagai hamba tuhan

Hadirlah kedamaian

Kami memerlukan

Di bumi yang tlah besa

Tumbuh pohon nan subur

(Brother : Sahabat)

Sahabat sebagai seorang teman, tempat berbagi rasa dan asa. Tempat yang kata orang berbagi duka maupun duka. Bukan tempat berbagi materi. Sahabat terkadang dibutuhkan untuk berbagi masalah dan kesedihan tatkala keluarga tak ada di sisi kita. Sahabat diperlukan untuk sebuah pertimbangan tatkala orang tua jauh dari capaian kita karena jarak dan waktu menghalangi.

Namun, tak sedikit juga orang yang katanya sahabat hanya ada ketika dia membutuhkan kita atau saat ada sebuah keuntungan yang dia peroleh dari kita. Pragmatis dan situatis. Tetapi ketika kita membutuhkan dia, ternyata menghilang dan menjauh.

Dalam sebuah pergerakan dan perjuangan, misalnya. Sahabat mutlak dibutuhkan agar beban yang diamanahkan menjadi ringan ketika sama-sama dipikul.harga-menghargai hasil kerja sahabat sebagai sebuah apresiasi atas upaya yang dilakukannya untuk membantu meringankan beban kita. Bukannya malah menghina hasil kerja orang lain yang pastinya akan menjatuhkan semangat yang akhirnya membuat orang lain tidak akan mau terlibat lagi. Jangankan memuji, mengucapkan terima kasih saja atas kerja-kerja yang dilakukan sahabat kita yang sama-sama berada dalam sebuah pergerakan saja rasanya jarang. Teringat cerita seorang teman, ketika dia dilibatkan dalam sebuah acara, walaupun dia tidak masuk dalam struktur kepanitiaan acara tersebut, tapi dia memiliki beban moral sebagai salah seorang pengurus organisasi yang mengangkatkan acara tersebut. Ketika dia terlibat dalam menghandle acara tersebut, sekolahnya yang padat ketika acara itu diadakan terpaksa dia tinggalkan demi suksesnya acara itu. Namun ketika evaluasi dilakukan, betapa kecewanya ia karena sang pimpinan organisasi menganggap acara itu gagal, buruk dan sebagainya. Upaya, kerja keras dan pengorbanan yang dilakukannya tidak dianggap sama sekali oleh pimpinan organisasi. Itulah yang membuatnya begitu kecewa dan semakin malas untuk terlibat lagi dalam organisasi itu.

Memang terkadang kita dalam kebersamaan, dalam sebuah yang katanya persahabatan, bisa jadi yang timbul karena ada sebuah upaya sengaja untuk menyatukan misalnya dalam organisasi, rasa saling harga-menghargai begitu jarang kita lakukan. Sekedar tanya kabar, bagaimana sekolah, kapan ujian, dan sebagainya walaupun hanya sekedar basa-basi begitu jarang dan bisa jadi tidak pernah kita lakukan. Kita hanya butuh seseorang agar bagaimana sebuah organisasi yang kita pimpin atau kita ikuti bisa mengangkatkan acara dengan sukses. Kita hanya butuh seseorang untuk mensukseskan agenda-agenda kita, bukan butuh karena memang kita merasa beliau saudara kita, beliau sahabat kita, sehingga juga butuh perhatian dari kita, butuh kepedulian dari kita.

Itulah sebabnya mengapa terkadang seseorang menjadi malas terlibat, tidak mau bergabung, berusaha perlahan-lahan mundur dan akhrinya menghilang. Kepedulian dan atensi dari kita, itu juga yang menjadi pemicunya. Kita hanya butuh orang lain ketika kita memerlukan tenaga untuk mensukseskan keinginan kita, tanpa mau dan mencoba mengetahui keadaan dan kondisi sahabat kita tersebut.

Alhamdulillahirabbil‘alamin assholatuwassalamu’ala Ashrofil Anbiya iwal mursalin, wa’ala alihi wasohbihi Ajma’in.

Ya Allah ya Tuhanku…

Ampunilah dosaku, dosa ibu-bapakku dan dosa saudara-saudaraku.

Jauhkanlah kami semua dari marabahaya dan azab api neraka

Ya Allah ya Tuhanku…

Murahkanlah rejeki kami, berikanlah kami rejeki yang halal lagi baik ya Allah

Ya Allah ya Tuhanku…..

Bukakan lah pintu hati dan pikiranku untuk belajar, mudahkanlah aku untuk mengingat, menghapal dan memahami pelajaran yang kupelajari maupun yang diajarkan oleh guruku. Mudahkanlah aku dalam menghadapi ujian-ujian yang diberikan kepadaku.

Ya Allah ya Tuhanku…

Bantulah aku untuk bisa memberikan yang terbaik bagi keluargaku. Sungguh ya Allah, begitu besar harapan mereka kepadaku, Bantulah aku untuk berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi mereka. Bantulah aku untuk tidak mengecewakan mereka ya Rabb. Sungguh Engkaulah yang Maha Mengetahui segala sesuatunya.

Ya Allah ya Tuhanku….

Setiap saat keluargaku selalu menghubungiku, menceritakan setiap permasalahan mereka kepadaku. Bantulah aku untuk bisa menjadi punggung bagi mereka. Berikanlah aku pundak yang kokoh untuk memikulnya dan berikanlah aku kaki yang kuat untuk menopangnya Ya Rabb.

Ya Allah ya Tuhanku…

Kuatkanlah kesabaranku dan kokohkanlah imanku untuk menghadapi semua ujian yang engkau berikan kepadaku.

Ya Allah ya Tuhanku…

Jauhkanlah diri, perbuatan perkataan dan pikiran ini dari perbuatan maksiat, keji dan munkar. Sungguh ya Allah, Engkau Maha Mengetahui yang ada dalam diri ini.

Rabbana Atina Fiddunya Hasanah Wafil akhirati Hasanah Wakina ‘Azaabannar.

images

Sebuah kata yang selalu menanyakan ketegasan     makna akan sebuah waktu yang dijanjikan dan diujarkan. Kapan? Ya kapan, kapan dan kapan. Menegaskan arti sebuah penuntutan akan sesuatu yang disebut waktunya. Seperti pertanyaan yang diterima seorang mahasiswa kapan akan tamat, kapan wisuda, kapan dapet kerja, kapan, kapan dan kapan.

Pertanyaan seperti itu lah yang juga menggelayuti pikiran ketika ditanya kapan harus menyelesaikan ini, menyiapkan itu. Kapan pakai toga, kapan, kapan dan kapan. Mudah-mudahan punya jawaban yang tepat dan pas untuk menjawab itu agar semuanya terjawab.

Hati memang mudah di bolak-balik.

Hari ini, Kamis 24 Juli 2008, kejadian itu terjadi lagi. Ya kejadian yang seharusnya bisa dicegah untuk tidak terjadi, harus terjadi kembali. Padahal kejadian-kejadian sebelumnya seharusnya bisa dijadikan pelajaran dan pengalaman yang berharga. Namun, kemauan untuk belajar dari kejadian-kejadian terdahulu yang menyebabkan harus kembali terulang kejadian yang sama. Flash disk ku ilang lagi. Itulah kejadian hari ini. Padahal tadi pagi sebelum pulang ke rumah sudah ku wanti-wanti agar flash disk itu tidak ditinggal di rental. Tapiii, apa mau dikata, nasi sudah jadi bubur. Padahal tu flash disk sangat berguna sekali. Itu flash disk yang isinya sangat penting sekali bagiku. Banyak isi-isi penting dan secret didalamnya. Ada tugas-tugas organisasi yang selesai kubuat, namun tidak ada back-up datanya. Ya mau gimana lagi, harus buat dari awal lagi. Uuuh, lelahnya diri ini. Belum tulisan-tulisan lomba yang harus segera dikirim, harus ngetik lagi, mikir lagi. Belum lagi file-file kuliah dan tugas akhir, kerja praktek, rencana penelitian. ya Allah, semuanya ada di situ dan lengkap sudah. Ini kedua kalinya kejadian yang sama. Sebelumnya flash diskku juga ilang, isinya lumayan penting juga. Namun yang kali lebih penting lagi. Tapiiiii, tadi si Zen, kawan ku selapiak sepetiduran dateng, ngasih tu flash disk. Alhamdulillah, kiranya Allah masih sayang padaku, gak jadi ilang tu flash disk :D hehehehe. Leganya juga akhirnya, data-dataku kembali terselamatkan.

Ini tulisan pertama di blog pribadi. Sebelumnya sih ada, tapi di bukan blog pribadi, punya organisasi. Yaaa, sering ngisi tulisan juga di situ. Maklum kita sendiri yang jadi admin, jadi ya itung-itung sambil nyalurin bakat menulis. Di blog ini rencananya saya mau nempatin macem-macem info. Kayak gado-gado aja ya. Itu sih masih rencana, mudah-mudahan aja bisa. Pinginnya nanti ada info tentang diri, tempat curhat kejadian yang saya alami, sampe info-info tentang teknologi. ya harus bisa kayaknya niih. Harus mampu memanfaatkan semua peluang dan kemampuan yang ada. Aji mumpung. HARUS BISA!!!!