Waktu buka-buka tentang informasi teknologi terbaru, ada artikel menarik yang jadi perhatian saya. Isinya seperti judul artikel ini. Dan ternyata kalau dipikir-pikir memang benar apa yang tertulis pada judul tersebut.
Spammer atau pengirim email sampah boleh saja mengirim email sampah ke mailbox penguna internet. Tetapi mereka sendiri tidak menyadari bahwa pekerjaan mereka sudah memboroskan energi listrik. Hasil penelitian dari McAfee, rata rata pemiliki email bisnis harus membuang gas emisi sampai 131kg untuk pemakaian power. 22% terkait dengan email sampah dan melakukan pemborosan 3.3 galon minyak setiap tahun dengan percuma. Kebutuhan sebuah server untuk menghapus, menyaring dan melihat email sampah yang masuk memberikan dampak dari borosnya pemakaian energi listrik. Sekitar 33 milyar kWh setiap tahun harus terbuang percuma, karena penguna internet harus menghapus email sampah.
Hal tersebut setara dengan kekuatan 4Gw pembangkit listrik, dampaknya manusia di bumi harus membuang 17 juta metrik ton gan CO2, atau setara 0.2 persen dari polusi didunia. Angka tersebut setara dengan pemakaian listrik di 1.5 juta rumah di Amerika, ketika seluruh computer menerima 62 trilyun email pada tahun 2008 lalu. Walapun ada sebuah kritik, apakah email spam harus disalahkan sebagai salah satu kegiatan yang memboroskan energi. Misalnya setiap orang harus membuang waktu selama 5 menit untuk membaca email sampah. Nyata banyak juga penguna computer yang tidak mematikan computer dimalam hari. Angka tersebut hanyalah data statistik saja, tetapi masih banyak kegiatan lain yang harus dilakukan untuk menghemat energi.